GpApGUAiBSYoTUr8GpAiTUdoTY==

Gereja Katolik Australia dalam Penanganan Pengungsi Vietnam


Eksodus besar-besaran pengungsi dari wilayah Indochina (Vietnam, Laos, Kamboja) yang dimulai pada pertengahan tahun 1970-an merupakan salah satu krisis kemanusiaan paling signifikan dalam sejarah modern Australia. Krisis ini tidak hanya menguji ketahanan kebijakan luar negeri Australia, tetapi juga menantang kesiapan struktur sosial domestik dalam menyerap ribuan individu dari latar belakang budaya yang sangat berbeda. Dalam lanskap sejarah ini, Gereja Katolik Australia, melalui Konferensi Waligereja dan berbagai badan amalnya, muncul sebagai kekuatan yang memediasi transisi pengungsi dari pusat penampungan sementara menuju integrasi penuh di masyarakat. 

Pada tahun 1950, para Uskup dan Uskup Agung Australia merilis Surat Pastoral tentang Imigrasi yang menekankan tanggung jawab khidmat umat Katolik untuk menyambut orang asing. Surat ini, yang dikeluarkan sebagai respons terhadap migrasi besar-besaran dari Eropa setelah Perang Dunia II, menetapkan preseden bahwa setiap pendatang baru harus diperlakukan sebagai "saudara dalam Kristus".

Berakhirnya Perang Vietnam pada April 1975 dengan jatuhnya Saigon menandai dimulainya perpindahan penduduk secara masif. Jutaan orang melarikan diri dari rezim komunis baru karena ketakutan akan penganiayaan, penahanan di kamp re-edukasi, dan hilangnya kebebasan pribadi.

Pengungsi ini sering kali menempuh perjalanan laut yang sangat berbahaya menggunakan perahu kayu kecil yang penuh sesak. Mereka menghadapi ancaman badai, kegagalan mesin, dan serangan bajak laut. Diperkirakan hingga 500.000 dari 2 juta pengungsi Vietnam tewas dalam upaya mencari kebebasan. Realitas tragis ini memicu respons global, dan Gereja Katolik Australia berada di garis depan dalam menuntut agar Australia memenuhi kewajiban internasionalnya untuk memberikan perlindungan.

ACMRO dan Kantor Migran Katolik

Sebelum pembentukan Kantor Migran dan Pengungsi Katolik Australia (Australian Catholic Migrant and Refugee Office /ACMRO) pada tahun 1995, koordinasi nasional dilakukan melalui Komite Imigrasi Katolik Federal (Federal Catholic Immigration Committee atau FCIC). Direktur FCIC dari tahun 1949 hingga 1995 adalah Mgr. George Michael Crennan.

Selama masa jabatannya yang panjang, Mgr. Crennan bertanggung jawab membawa ribuan pengungsi di bawah sponsor Gereja Katolik. Beliau dikenal karena kemampuannya membangun jaringan kerja sama dengan organisasi internasional seperti Komisi Migrasi Katolik Internasional (ICMC) di Jenewa dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) guna melaksanakan rencana pemukimannya.

Gereja Australia mendirikan Australian Catholic Migrant and Refugee Office (ACMRO) 1995. Lembaga ini berfungsi sebagai penghubung utama antara para uskup, departemen pemerintah federal, dan organisasi internasional seperti UNHCR.ACMRO tidak hanya mengurus aspek teknis visa, tetapi juga merumuskan kebijakan pastoral yang memastikan pengungsi tidak hanya bertahan hidup secara fisik tetapi juga berkembang secara spiritual dan sosial.

Di tingkat keuskupan, Komisi Migran (seperti yang ada di Sydney dan Melbourne) memberikan dukungan langsung kepada migran dan pengungsi. Kantor-kantor ini menyediakan bantuan dalam memberi pandangan arah sistem hukum Australia, memberikan rujukan ke layanan kesehatan, dan membantu dalam proses reuni keluarga. 

Inisiatif "Satu Paroki, Satu Keluarga"

Salah satu kontribusi paling revolusioner dari Gereja Katolik Australia adalah pengembangan model pemukiman berbasis komunitas. Pada Mei 1978, Konferensi Waligereja Australia mengeluarkan pernyataan yang mendesak setiap paroki di Australia untuk secara serius mempertimbangkan kemungkinan menjadi sponsor bagi pemukiman kembali setidaknya satu keluarga pengungsi. Inisiatif ini didasarkan pada keberhasilan model serupa di Amerika Serikat, di mana lebih dari 50% pengungsi Indochina ditempatkan melalui jaringan paroki dan keuskupan.

Community Refugee Settlement Scheme (CRSS)

Keberhasilan inisiatif "Satu Paroki, Satu Keluarga" mendorong Pemerintah Federal di bawah Perdana Menteri Malcolm Fraser untuk meresmikan kerangka kerja kolaboratif ini melalui Community Refugee Settlement Scheme (CRSS) pada 30 Oktober 1979. CRSS dirancang untuk memungkinkan pengungsi melewati masa tinggal yang lama di pusat penampungan (migrant hostels) dan langsung berpindah ke komunitas di bawah pengawasan sponsor sukarela.

Gereja Katolik menjadi dominan dalam skema ini. Melalui CRSS, organisasi keagamaan memberikan "dukungan cadangan" bagi sponsor individu, memastikan bahwa tanggung jawab pemukiman tetap terpenuhi meskipun sponsor utama mengalami kendala. Skema ini sangat penting untuk menangani kasus-kasus pengungsi yang paling rentan, seperti keluarga besar, janda dengan anak, atau mereka yang memiliki kebutuhan medis khusus, yang mungkin sulit ditempatkan melalui program standar pemerintah.

Peran St. Vincent de Paul Society

St. Vincent de Paul Society (Vinnies) memainkan peran logistik yang sangat vital, terutama dalam fase awal kedatangan di pusat-pusat penampungan. Pada pertengahan 1975, pasangan Ted dan Eileen Bacon mendirikan kelompok Vinnies khusus untuk membantu pengungsi Indochina yang tiba di hostel-hostel Sydney. Relawan bekerja dari gudang darurat di lokasi hostel, menyediakan pakaian musim dingin, perlengkapan mandi, dan barang-barang rumah tangga dasar bagi mereka yang tiba hanya dengan pakaian di badan.

Di Canberra, Vinnies bekerja sama dengan Indo-China Refugee Association (ICRA) melalui "Operation Camplift" sekitar tahun 1979. Dalam operasi ini, keluarga pengungsi diterbangkan langsung dari kamp transit di Asia Tenggara ke Canberra. Selama pengungsi berada di hostel untuk pemeriksaan medis, Vinnies dan kelompok komunitas mencari akomodasi permanen, menyediakan furnitur, dan membantu orientasi komunitas. Dalam kurun waktu 15 tahun sejak 1978, Vinnies diperkirakan telah memberikan dukungan perumahan dan sosial kepada lebih dari 10.000 pengungsi.

Integrasi Spiritual dan Budaya: Membangun Gereja yang Multikultural

Salah satu aspek yang membedakan manajemen pengungsi oleh Gereja Katolik adalah fokusnya pada integrasi spiritual jangka panjang. Bagi pengungsi Katolik Vietnam, iman adalah sumber kekuatan utama dalam menghadapi penganiayaan dan tantangan pemukiman kembali. Gereja Katolik Australia merespons hal ini dengan memfasilitasi pembentukan komunitas Katolik Vietnam di berbagai keuskupan.

Para imam yang juga merupakan pengungsi memainkan peran krusial sebagai jembatan budaya. Mereka tidak hanya memimpin misa dalam bahasa Vietnam tetapi juga bertindak sebagai konselor bagi umat yang berjuang dengan kemiskinan dan kesulitan bahasa. Di Australia, imam seperti Pastor Paul Chu Van Chi mengoordinasikan pelayanan di Sydney dan Newcastle, memastikan tradisi keagamaan Vietnam tetap hidup di tanah baru.

Devosi kepada Bunda Maria dari Lavang, "Bunda para Pengungsi," menjadi pusat identitas spiritual komunitas ini. Gereja-gereja baru didedikasikan untuk para Martir Vietnam, seperti Gereja Queen of the Vietnamese Martyrs di Inala, Brisbane, yang dikuduskan pada tahun 2024 sebagai simbol keberhasilan integrasi komunitas ini selama lima dekade.

Manajemen pengungsi Indochina oleh Gereja Katolik Australia telah terbukti efektif tidak hanya menyediakan bantuan darurat tetapi juga membangun infrastruktur integrasi jangka panjang. Hingga saat ini, Gereja Katolik Australia tetap menjadi salah satu pendukung paling konsisten bagi kebijakan pengungsi yang didasarkan pada keadilan, kasih sayang, dan pengakuan atas martabat setiap manusia sebagai ciptaan Tuhan.*

Daftar Pusataka

1.    INDOCHINESE REFUGEE RESETTLEMENT- AUSTRALl~S INVOLVEMENT - Parliament of Australia, diakses Maret 22, 2026, https://www.aph.gov.au/-/media/wopapub/senate/committee/fadt_ctte/completed_inquiries/pre1996/refugee_resettlement/report.pdf

2.    Commemorating the 75th Anniversary of the 1950 Pastoral Letter on Immigration - Catholic.au, diakses Maret 22, 2026, https://www.catholic.au/s/article/75th-anniversary-pastoral-letter-on-immigration

3.    Australia welcomes refugees and migrants - Catholic.au, diakses Maret 22, 2026, https://www.catholic.au/s/article/Australia-welcomes-refugees-and-migrants

4.    The Fraser legacy - refugees, asylum seekers and multiculturalism - ParlInfo, diakses Maret 22, 2026, https://parlinfo.aph.gov.au/parlInfo/search/display/display.w3p;query=Id:%22library/prspub/3859964%22

5.    Bishop Vincent's address 50 years after the Vietnam War: A personal journey, diakses Maret 22, 2026, https://catholicoutlook.org/bishop-vincents-address-50-years-after-the-vietnam-war-a-personal-journey/

6.    Vietnamese in South Australia - SA History Hub, diakses Maret 22, 2026, https://sahistoryhub.history.sa.gov.au/subjects/vietnamese-in-south-australia/

7.    (PDF) The Pastoral Care of Vietnamese Migrants in Australia - Academia.edu, diakses Maret 22, 2026, https://www.academia.edu/90974610/The_Pastoral_Care_of_Vietnamese_Migrants_in_Australia

8.    50 years on: Bishop's set to share personal Vietnam War story at Sydney gathering, diakses Maret 22, 2026, https://catholicoutlook.org/50-years-on-bishops-set-to-share-personal-vietnam-war-story-at-sydney-gathering/

9.    The fall of Saigon: a crisis that changed Australia, diakses Maret 22, 2026, https://www.refugeecouncil.org.au/fall-of-saigon/

10.  Our History - JRS Australia, diakses Maret 22, 2026, https://aus.jrs.net/en/about-jrs-australia/history-of-jrs/

11.  1976: First arrival of Vietnamese refugees by boat, diakses Maret 22, 2026, https://digital-classroom.nma.gov.au/defining-moments/first-arrival-vietnamese-refugees-boat

12.  Malcolm Fraser: during office | naa.gov.au, diakses Maret 22, 2026, https://www.naa.gov.au/explore-collection/australias-prime-ministers/malcolm-fraser/during-office

13.  Agency: Australian Catholic Migrant and Refugee Office, diakses Maret 22, 2026, https://www.catholic.au/s/dst-agency/a6V2e00000000kpEAA/australian-catholic-migrant-and-refugee-office

14.  Refugee Support - acmro, diakses Maret 22, 2026, https://acmro.catholic.org.au/resources/refugee-support

15.  Catholic Immigration Office, diakses Maret 22, 2026, https://www.sydneycatholic.org/directory/listing/catholic-immigration-office

16.  Victoria's Post 1940s Migration Heritage, diakses Maret 22, 2026, https://www.heritage.vic.gov.au/__data/assets/pdf_file/0023/512276/Victorias-post-1940s-migration-heritage-Context-2011.pdf

17.  Asylum Seeker Support - CatholicCare Victoria, diakses Maret 22, 2026, https://www.catholiccarevic.org.au/services/multicultural-services/asylum-seeker-support/

18.  CHOMI REPRINTS, diakses Maret 22, 2026, https://library.bsl.org.au/jspui/bitstream/1/11652/1/wilkinsonp_church_parish_resettlement_of_refugees_chomi_358_1979.pdf

19.  Lessons for refugee support: Insights from Dr Tim McKenna - Vinnies, diakses Maret 22, 2026, https://www.vinnies.org.au/national-council/the-record-issues/spring-2025/refugees

20.  Refugee Sponsorship Initiative - Archdiocesan Ministries, diakses Maret 22, 2026, https://archdiocesanministries.org.au/refugee-sponsorship-initiative/

21.  Lessons for refugee support: Insights from Tim McKenna - Vinnies, diakses Maret 22, 2026, https://www.vinnies.org.au/national-council/articles/lessons-for-refugee-support

22.  Factsheet - Kaldor Centre, diakses Maret 22, 2026, https://www.kaldorcentre.unsw.edu.au/sites/kaldorcentre.unsw.edu.au/files/Factsheet_Private%20Community%20Sponsorship_Feb19.pdf

23.  Australia's Private Refugee Sponsorship Program: Creating ..., diakses Maret 22, 2026, https://refuge.journals.yorku.ca/index.php/refuge/article/download/40603/36560/52136

24.  Settlement of Refugees Admitted to Australia - Reception, diakses Maret 22, 2026, https://www.aph.gov.au/~/media/wopapub/senate/committee/fadt_ctte/completed_inquiries/pre1996/refugee/05no5pt1_pdf.ashx

25.  The Wound of the Border - Jesuit Refugee Service (JRS), diakses Maret 22, 2026, https://jrs.net/wp-content/uploads/2022/07/wound.pdf

26.  Our History - JRS USA, diakses Maret 22, 2026, https://www.jrsusa.org/about-us/our-history/

27.  The Vietnamese Refugee Crisis of the 1970s and 1980s: A Retrospective View from NGO Resettlement Workers, diakses Maret 22, 2026, https://refuge.journals.yorku.ca/index.php/refuge/article/download/40245/36408/0

28.  Holy Mothers in the Vietnamese Diaspora: Refugees, Community, and Nation - MDPI, diakses Maret 22, 2026, https://www.mdpi.com/2077-1444/9/8/233

29.  A faith enduring persecution - the Vietnamese Catholic community survives and thrives, diakses Maret 22, 2026, https://northtexascatholic.org/news/a-faith-enduring-persecution-the-vietnamese-catholic-community-survives-and-thrives

30.  A history of persecution - remembering the Vietnamese martyrs - The Catholic Leader, diakses Maret 22, 2026, https://catholicleader.com.au/life/faith/a-history-of-persecution-remembering-the-vietnamese-martyrs/

31.  Vietnamese Community | Diocese of Parramatta, diakses Maret 22, 2026, https://parracatholic.org/connect/agencies/vietnamese-community/

32.  Catholic refugees, the age of priests, and money - tuannyriver, diakses Maret 22, 2026, https://tuannyriver.com/2017/09/07/catholic-refugees-the-age-of-priests-and-money/

33.  STATUTES FOR THE VIETNAMESE CATHOLIC COMMUNITY OF THE DIOCESE OF MAITLAND-NEWCASTLE, diakses Maret 22, 2026, https://diocesemn.azurewebsites.net/media/4601/statutes-vietnamese-catholic-community-february-2021.pdf

34.  Vietnamese community renews Lakemba parish | The Catholic Weekly, diakses Maret 22, 2026, https://catholicweekly.com.au/vietnamese-community-renews-lakemba-parish/

35.  Malcolm Fraser - Wikipedia, diakses Maret 22, 2026, https://en.wikipedia.org/wiki/Malcolm_Fraser

36.  Multiculturalism and immigration - UniMelb library - The University of Melbourne, diakses Maret 22, 2026, https://library.unimelb.edu.au/asc/collections/archives/resources/research-guides/malcolm-fraser/multiculturalism

37.  Vietnamese Catholic Community marks the Year of Consecrated Life | The Record, diakses Maret 22, 2026, https://therecord.com.au/news/local/vietnamese-catholic-community-marks-the-year-of-consecrated-life/

38.  Joan Evans (charity worker) - Wikipedia, diakses Maret 22, 2026, https://en.wikipedia.org/wiki/Joan_Evans_(charity_worker)

39.  SPECIAL FEATURE: Sr Joan beams with pride, remains humble in receiving prestigious National Order | The Record, diakses Maret 22, 2026, https://therecord.com.au/news/local/special-feature-sr-joan-beams-pride-remains-humble-receiving-prestigious-national-order/

40.  Australians urged to offer hope to refugees - Vinnies, diakses Maret 22, 2026, https://www.vinnies.org.au/national-council/news-and-stories/media-releases/australians-urged-to-offer-hope-to-refugees

41. (PDF) The Pastoral Care of Vietnamese Migrants in Australia, accessed March 22, 2026, https://www.academia.edu/90974610/The_Pastoral_Care_of_Vietnamese_Migrants_in_Australia

42. Official Committee Hansard - SENATE, accessed March 22, 2026, https://www.aph.gov.au/binaries/hansard/senate/commttee/s5698.pdf

 







Komentar0

Type above and press Enter to search.