![]() |
| Stanislaus Kopong, Leader YCK Keuskupan Pangkalpinang periode1984-1990 |
Di balik sejarah kemanusiaan di Pulau Galang, terdapat sosok-sosok yang dengan tulus mengabdikan hidupnya untuk melayani para pengungsi Vietnam, yang dikenal sebagai “manusia perahu”. Salah satunya adalah Stanislaus Kopong, seorang pekerja kemanusiaan dari Yayasan Cipta Karya (YCK) Keuskupan Pangkalpinang.
Lahir pada 22 April 1948 di Kolimasang, Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Stanislaus mengawali panggilannya sebagai Guru Agama Katolik di Keuskupan Sintang, Kalimantan Barat pada tahun 1977 hingga 1979. Namun panggilan pelayanan yang lebih besar membawanya terlibat langsung dalam krisis kemanusiaan internasional pasca Perang Vietnam.
Pada tahun 1979, Stanislaus bergabung dengan Yayasan Cipta Karya (YCK) dan ditempatkan di Tanjungpinang sebagai staf administrasi. Dalam waktu enam tahun, dedikasinya membawanya dipercaya sebagai Leader YCK Keuskupan Pangkalpinang (1984–1990) yang menangani langsung kebutuhan para pengungsi Vietnam di Pulau Galang.
Dalam perannya, ia tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi menjadi penghubung berbagai pihak dalam penanganan pengungsi. Ia mengkoordinasikan kebutuhan administratif, keuangan, serta komunikasi antara pengungsi dengan keluarga mereka dan para donatur internasional.
Dalam keterangan terlulisnya, Stanislaus menjelaskan, selain Gereja Katolik yang banyak berperan di gelombang pertama pengungsi, penanganan pengungsi di Galang merupakan kerja kolaboratif lintas lembaga, diantaranya Pemerintah Indonesia menyediakan tempat tinggal berupa barak-barak dan keamanan (Brimob), Save the Children menangani pendidikan dan pembinaan, UNHCR mengurus relokasi, orientasi budaya, dan visa ke negara ketiga.
Baca juga: Gereja Katolik dalam Penanganan Pengungsi Vietnam di Pulau Galang (1979–1996)
Melalui kerja sama ini, ribuan pengungsi akhirnya mendapat kesempatan memulai hidup baru di negara seperti Australia dan Amerika Serikat.
Bagi Stanislaus, pelayanan ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan iman. Ia menekankan bahwa pelayanan kepada para “manusia perahu” dilakukan dengan kejujuran, ketulusan, dan penuh tanggung jawab, berlandaskan ajaran kasih.
Ia terinspirasi oleh sabda Injil dalam Matius 8:25: "Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: 'Tuhan, tolonglah, kita binasa.'" Seruan ini mencerminkan kondisi para pengungsi yang datang dengan harapan akan keselamatan, dan menjadi pengingat bagi para pelayan kemanusiaan untuk hadir dengan empati dan kepedulian.
Pengalaman di Galang membentuk Stanislaus menjadi pribadi yang tangguh dalam koordinasi lintas lembaga dan manajemen krisis kemanusiaan. Relasi internasional yang ia bangun kemudian membawanya melanjutkan pelayanan di SOS Children’s Village Indonesia.
Ia bertugas sebagai Pembina dan Pendidik di Semarang (1992–1994), sebelum akhirnya diutus ke Maumere, Flores untuk mendirikan cabang SOS Children’s Village. Di sana, ia menangani anak-anak korban bencana gempa dan tsunami di Kabupaten Sikka, khususnya mereka yang kehilangan orang tua.
Ia kemudian menjabat sebagai Kepala SOS Children’s Village Maumere hingga pensiun pada 31 Agustus 1999.
![]() |
| Stanislaus Kopong ketika mengunjungi Pulau Galang pada tahun 2025 bersama rekan kerjanya saat itu Bakti Triyono (kanan) dan Abu (kiri, penjaga Ex. Kamp. Vietnam) |
Relasi yang Tak Terputus oleh Waktu
Hubungan Stanislaus dengan para pengungsi Vietnam tidak berhenti ketika mereka meninggalkan Indonesia. Ia mengenang bahwa komunikasi tetap terjalin, bahkan setelah mereka menetap di negara ketiga.
Relasi yang terbangun bukan sekadar antara petugas dan pengungsi, tetapi menjadi ikatan kekeluargaan yang melampaui batas negara.
Meski Yayasan Cipta Karya Keuskupan Pangkalpinang akhirnya ditutup pada tahun 1990, Stanislaus tetap mengenang masa pelayanannya sebagai anugerah. Ia menutup kisahnya dengan rasa syukur: bahwa melalui lembaga tersebut, ia diberi kesempatan untuk melayani sesama dan menjalani panggilan hidupnya.*
![]() |
| Sertifikat Penghargaan dari Pengelola Kamp. Pengungsi Galang untuk Stanislaus Kopong (YCK) |


.jpeg)
Komentar0