![]() |
| Kelompok Paduan Suara/ Koor Pengungsi Vietnam Gereja Katolik Galang |
Krisis kemanusiaan yang melanda
wilayah Indochina pasca berakhirnya Perang Vietnam pada tahun 1975 memicu
eksodus massal jutaan orang yang secara kolektif dikenal sebagai "Manusia
Perahu" atau Boat People. Di tengah badai ketidakpastian
ini, Indonesia, melalui Pulau Galang di Kepulauan Riau, muncul sebagai
pelabuhan harapan bagi sekitar 250.000 jiwa yang melarikan diri dari konflik
dan ketidakstabilan politik di tanah air mereka. Keterlibatan Gereja Katolik
melalui berbagai organisasinya—baik di tingkat lokal maupun
internasional—menjadi pilar penyangga yang tidak hanya memberikan bantuan
logistik, tetapi juga pendampingan spiritual yang mendalam, menjadikan eks-kamp
pengungsi Galang sebagai sebuah situs ziarah iman yang kaya akan makna hingga
hari ini.
Kolaborasi pemerintah (P3V) dan organisasi-organisasi Gereja Katolik membuktikan hati masyarakat Indonesia yang ramah demi kemanusiaan.
Perjalanan spiritual para
pengungsi Vietnam di Pulau Galang adalah sebuah narasi tentang "Allah yang
dalam pengasingan" (God in Exile), di mana kehadiran Gereja tidak
hanya bersifat administratif tetapi juga sakramental. Organisasi-organisasi
seperti Keuskupan Pangkalpinang, Jesuit Refugee Service (JRS), dan Catholic
Relief Services (CRS) bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan UNHCR
untuk memastikan martabat manusia tetap dijaga di tengah kondisi yang sering
kali mematikan.
Konteks Geopolitik dan Krisis Kemanusiaan Indochina
Memahami keterlibatan Gereja
Katolik di Pulau Galang memerlukan pemahaman mengenai alasan mengapa ratusan
ribu orang memilih untuk mempertaruhkan nyawa di laut lepas. Jatuhnya Saigon
pada April 1975 memicu perubahan struktural besar-besaran di Vietnam. Bagi komunitas Katolik di
Vietnam, perubahan ini sering kali berarti ancaman terhadap kebebasan beragama,
di mana umat Katolik terkadang dianggap sebagai ancaman bagi rezim baru karena
afiliasi sejarah mereka, terutama kesatuan Gereja Katolik dari pusat (Vatikan) hingga keluarga.
Kondisi inilah yang memicu gelombang pelarian besar-besaran menggunakan kapal-kapal kecil yang tidak layak untuk menempuh perjalanan melintasi Laut China Selatan. Para pengungsi menghadapi serangan bajak laut, kelaparan, dan badai besar. Bagi mereka yang berhasil mencapai pantai Indonesia, Pulau Galang menjadi titik transisi krusial sebelum penempatan ke negara ketiga seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.
|
Keterangan |
Detail
Statistik dan Fakta |
|
Total
Pengungsi di Galang |
Sekitar
250.000 orang (1979–1996) |
|
Luas Wilayah
Kamp |
16 km2
(sekitar 20% luas Pulau Galang) |
|
Angka
Kelahiran di Kamp |
Rata-rata 50
bayi per bulan |
|
Jumlah
Pemakaman (Ngha Trang) |
503 orang
dimakamkan di Pulau Galang |
Keuskupan Pangkalpinang: Gembala di Garis Depan
Keuskupan Pangkalpinang secara geografis bertanggung jawab atas wilayah Kepulauan Riau. Di bawah kepemimpinan Mgr. Rolf Reichenbach, SS.CC (Administrator Apostolik periode 1975–1987), Gereja lokal bertransformasi menjadi jembatan diplomasi kemanusiaan.
Baca juga: Pastor Rolf Reichenbach SSCC dan Pengungsi Vietnam Galang Gelombang Pertama
Diplomasi Kemanusiaan Mgr. Rolf Reichenbach
Sebelum Pulau Galang resmi ditetapkan sebagai kamp pada tahun 1979, ribuan pengungsi telah terdampar di Tanjung Pinang dalam kondisi memprihatinkan. Mgr. Reichenbach secara proaktif menyurati UNHCR untuk mendesak perlindungan bagi para pengungsi tersebut. Meskipun tindakannya sempat dikritik sebagai bentuk campur tangan urusan negara, beliau menegaskan bahwa misi Gereja adalah membawa kegembiraan dan harapan sebagai komitmen iman terhadap martabat manusia.
Setelah Keuskupan Pangkalpinang mempunyai uskup definitif Mgr. Hilarius Moa Nurak SVD, ia terus melanjutkan karya pendampingan pengungsi yang telah dirintis oleh Mgr. Rolf Reichenbach, SS.CC. Uskup Hilarius berkomunikasi dengan Pastor Padmo SJ dan beberapa kali berkunjung langsung ke Kamp. pengungsi Vietnam di Galang.
![]() |
| Mgr. Hilarius Moa Nurak SVD bersama Pastor Padmo SJ di Kamp. Galang |
Baca juga: Pastor Gildo Dominici, Orang Kudus dari Galang in Memoriam
Yayasan Cipta Karya (YCK): Komunikasi, Finansial, dan Edukasi
Karya nyata Keuskupan
Pangkalpinang diimplementasikan melalui Yayasan Cipta Karya (YCK), yang saat itu dipimpin oleh Pastor Willem Langen Hiijen, SS.CC sebagai penanggung
jawab. Yayasan ini dipercaya mengelola
kebutuhan sosiopsikologis dan administratif pengungsi yang sangat vital bagi
kelangsungan hidup mereka di kamp.
![]() |
| Karyawan Yayasan Cipta Karya (YCK) di depan Kantor YCK Galang |
Baca juga: Bertemu Kembali Pastor Padmo, Terharu Mengenang Galang
Peran YCK mencakup tiga pilar
utama:
1.
Layanan Surat Menyurat (Mailing Service): Menyadari bahwa komunikasi
dengan keluarga adalah sumber kekuatan mental, YCK menangani arus informasi
yang masif. Setiap bulannya, YCK mengelola kurang lebih 40.000 hingga 60.000
surat masuk, serta 30.000 hingga 40.000 surat keluar, belum termasuk ribuan paket.
2.
Layanan Perbankan (Banking Service): YCK menyediakan sarana aman
bagi pengungsi untuk menerima bantuan finansial dari keluarga di luar negeri.
Rata-rata transfer yang dikelola mencapai 20 hingga 30 juta rupiah per minggu,
dengan penukaran dalam bentuk cek berkisar 10 juta rupiah per minggu.
3.
Inisiatif Edukasi Awal: Di periode awal, YCK secara aktif mensuplai alat tulis dan buku
pelajaran Bahasa Inggris bagi para pengungsi. Selain itu, YCK mendirikan
sekolah gratis di wilayah Air Raya yang mengajarkan Bahasa Inggris,
Matematika, serta pengetahuan mengenai peraturan negara, memberikan bekal
fundamental bagi para pengungsi sebelum mereka menjalani proses seleksi
penempatan negara ketiga.
Jesuit Refugee Service (JRS): Pendampingan dalam Pengasingan
Jesuit Refugee Service (JRS) didirikan oleh Pastor Pedro Arrupe, SJ pada tahun 1980 sebagai respons langsung terhadap penderitaan "Manusia Perahu" Vietnam. Arrupe merasa terpanggil untuk memberikan respons spiritual dan praktis terhadap krisis tersebut. Para pastor Jesuit yang pernah bertugas di Galang diantaranya: Pastor Gildo Dominici SJ, Pastor Padosaputra SJ, Pastor Sugondo SJ.
Romo Gildo Dominici, SJ: Sang Pelindung
Dalam sejarah para pengungsi Galang, nama Pastor Gildo Dominici, SJ, menempati tempat yang sangat istimewa. Beliau adalah seorang imam Jesuit yang melayani langsung di kamp Pulau Galang. Mantan pengungsi mengenang beliau sebagai "pelindung terhadap ketidakadilan" yang mungkin terjadi dalam lingkungan kamp. Pelayanan Pastor Gildo mencerminkan filosofi pendampingan JRS—bahwa setiap pengungsi harus diperlakukan sesuai citra Allah.
![]() |
| Pastor Gildo Domici bersama para anak pengungsi Vietnam yang tidak bersama orang tua |
Baca Juga: Mantan Pengungsi Galang Jadi Pastor: Bicara Tentang Pastor Gildo Dominici SJ
Sinergi Pelatihan: Save the Children, CRS, dan ICMC
Terdapat pembagian tugas yang
spesifik dalam pengelolaan pelatihan di Pulau Galang. Berbeda dengan kamp pengungsi Vietnam di Bataan (Filipina) di mana International Catholic Migration Commission (ICMC)
memimpin program pendidikan secara langsung, di Pulau Galang program ini
dijalankan melalui konsorsium.
Program IESL/CO/PET
Program Intensive English
as a Second Language (IESL), Cultural Orientation (CO), dan Pre-employment
Training (PET) di Pulau Galang secara resmi dijalankan oleh Consortium
of Save the Children Federation dan The Experiment in International
Living. Program ini bertujuan menyiapkan pengungsi agar mandiri secara
ekonomi setelah tiba di negara tujuan.
CRS dan Relawan Katolik
Meskipun ICMC tidak menjalankan program bahasa utama di Galang, pekerja dan relawan dari Catholic Relief Services (CRS) dan ICMC tetap hadir di kamp tersebut. Peran mereka mencakup: Memberikan dukungan psikologis dan emosional bagi pengungsi yang mengalami trauma, Mengelola layanan kesehatan dasar dan skrining bagi pengungsi, Memberikan pelatihan dan orientasi bagi guru-guru relawan.
Infrastruktur Iman: Gereja Nha Tho Duc Me Vo Nhiem
Pusat kehidupan liturgis umat
Katolik Vietnam di pulau ini adalah Gereja Nha Tho Duc Me Vo Nhiem
(Gereja Santa Maria Imakulata). Gereja kayu ini menjadi pusat pelayanan bagi
komunitas yang pada puncaknya mencapai puluhan ribu orang. Pelayanan sakramental di
sini juga didukung oleh biarawati dari kongregasi Good Shepherd (RGS) dan Jesus
Mary Joseph (JMJ), serta Legio Mariae yang bertugas merawat orang sakit, memberikan katekese,
serta pendampingan sosial bagi anak-anak dan perempuan.
![]() |
| Sebagian pengungsi berfoto di depan Patung Maria di atas Perahu |
Maria di Atas Perahu: Ikonografi Ketangguhan Iman
Di puncak bukit Galang Site II berdiri patung Bunda Maria di Atas Perahu. Patung ini bukan sekadar hiasan, melainkan simbol perlindungan ilahi. Di sekitar patung, terdapat batu-batu putih persegi bertuliskan "Ta On Duk Me" (Terima Kasih Bunda), yang diletakkan oleh para pengungsi sebagai bentuk syukur atas keselamatan mereka dari badai dan bajak laut selama perjalanan laut.
Referensi:
1.
Hobamatan, Lucius Poya. (2001). Ketika aku orang asing, kamu memberi aku tumpangan.
Dari Vietnam ke Galang, dari Galang ke... Jakarta.
2.
Journal La Sociale / Journal La Bisecoman. (2025/2026). Study of the
Potential of Historical Sites and Tourist Destinations in the Vietnamese
Village on Galang Island..
3.
Jesuit Refugee Service (JRS). (2000/2006). Essential Documents of Jesuit Refugee Service
1980-2000 & Remembering 25 Years JRS Asia Pacific..
4.
Save the Children Federation. (1981-1987). Passage: A Journal of Refugee Education
(Intensive ESL/CO Program)..
5. Pena Katolik. (2024). Keuskupan Pangkalpinang dan Perjuangan Melawan
Perdagangan Manusia..
6.
Sindonews. (2014). Ziarah Iman, Wisata Sejarah Pengungsi Vietnam di
Pulau Galang..
7.
UNHCR Indonesia. History of UNHCR in Indonesia & Refugee Camp Records..
Sumber Bacaan lainnya:
1. Journal
LA BISeCOMAN - newinera, diakses Maret 14, 2026, https://www.newinera.com/index.php/JournalLaSociale/article/download/2381/2033
2.
journal
la sociale - Newinera Publisher, diakses Maret 14, 2026, https://newinera.com/index.php/JournalLaSociale/article/download/2294/2034
3.
Study
of the Potential of Historical Sitesand Tourist Destinations in the Vietnamese
Village on Galang Island in Supporting Regional - ResearchGate, diakses Maret
14, 2026, https://www.researchgate.net/publication/395315596_Study_of_the_Potential_of_Historical_Sitesand_Tourist_Destinations_in_the_Vietnamese_Village_on_Galang_Island_in_Supporting_Regional
4.
Ziarah
iman, wisata sejarah pengungsi Vietnam di Pulau Galang - SINDOnews.com, diakses
Maret 14, 2026, https://nasional.sindonews.com/berita/817414/79/ziarah-iman-wisata-sejarah-pengungsi-vietnam-di-pulau-galang
5.
Ziarah
iman, wisata sejarah pengungsi Vietnam di Pulau Galang, diakses Maret 14, 2026,
https://nasional.sindonews.com/berita/817414/79/ziarah-iman-wisata-sejarah-pengungsi-vietnam-di-pulau-galang/
6.
God
in Exile - Jesuit Refugee Service (JRS), diakses Maret 14, 2026, https://jrs.net/wp-content/uploads/2022/07/GodinExile.pdf
7.
Galang
Refugee Camp - Wikipedia, diakses Maret 14, 2026, https://en.wikipedia.org/wiki/Galang_Refugee_Camp
8.
Visits
to former refugee camp of Galang, boat people's graves in Indonesia, diakses
Maret 14, 2026, https://damau.org/en/29034/visits-to-former-refugee-camp-of-galang-boat-peoples-graves-in-indonesia
9.
Pulau
Galang - Vietnamese Heritage Museum, diakses Maret 14, 2026, https://vietnamesemuseum.org/our-roots/refugee-camps/indonesia/pulau-galang/
10.
Galang
Refugee Camp 1975 - 1996 Riau Archipelago, Indonesia, diakses Maret 14, 2026, https://refugeecamps.net/GalangCamp.html
11.
Keuskupan
Pangkalpinang dan Perjuangan Melawan Perdagangan ..., diakses Maret 14, 2026, https://penakatolik.com/2024/04/04/keuskupan-pangkalpinang-dan-perjuangan-melawan-perdagangan-manusia/
12.
EVERYBODY'S
CHALLENGE - Jesuit Refugee Service (JRS), diakses Maret 14, 2026, https://jrs.net/wp-content/uploads/2022/07/EverybodysChallenge.pdf
13.
A
Vietnamese Woman Flees Her Country's Totalitarian Communist ..., diakses Maret
14, 2026, https://canada.jrs.net/en/story/a-vietnamese-woman-flees-her-countrys-totalitarian-communist-regime/
14.
Une
Vietnamienne fuit le régime communiste totalitaire de son pays – JRS Canada,
diakses Maret 14, 2026, https://canada.jrs.net/fr/temoignage/une-vietnamienne-fuit-le-regime-communiste-totalitaire-de-son-pays/
15.
Tempat
Ziarah Gua Maria di Jawa | PDF | Agama & Spiritualitas - Scribd, diakses
Maret 14, 2026, https://id.scribd.com/doc/141198463/e-BookLokasiGuaMariaDiPulauJawa
16.
Remembering
25 Years - JRS Asia Pacific, diakses Maret 14, 2026, https://apr.jrs.net/wp-content/uploads/sites/18/2005/11/25-years-JRSAp.pdf





