GpApGUAiBSYoTUr8GpAiTUdoTY==

Komunitas Katolik Vietnam di Perth Rayakan Tết dengan Misa Syukur Khusus


Komunitas Katolik Vietnam di Perth merayakan awal Tahun Baru Imlek, atau Tết, dengan sebuah Misa Syukur pada 28 Januari. Meskipun cuaca musim panas sangat panas, lebih dari seribu orang dari berbagai usia berkumpul di Pusat Komunitas Katolik Vietnam, mengenakan pakaian tradisional yang berwarna-warni, untuk memperingati salah satu peristiwa terpenting dalam budaya Vietnam. Aula dengan cepat penuh, bahkan kursi tambahan harus disiapkan di luar ruangan untuk menampung banyaknya peserta.

Perayaan Tahun Baru di banyak komunitas Asia merupakan waktu untuk persatuan, pembaruan, dan rasa syukur. Bagi umat Katolik Vietnam, Tết menjadi kesempatan untuk bersyukur kepada Tuhan atas berkat sepanjang tahun yang lalu, memohon pengampunan atas kekurangan, serta menyambut tahun baru dengan iman dan tekad yang diperbarui.

Misa Syukur tahun ini dipimpin oleh Uskup Agung Perth, Timothy Costelloe SDB, bersama beberapa imam dari Komunitas Katolik Vietnam dan Keuskupan Agung Perth. Misa diawali dengan doa syukur dan permohonan untuk kedamaian, keharmonisan, dan kasih dalam keluarga serta masyarakat luas. Umat juga mengucap syukur atas pencapaian tahun sebelumnya dan memohon bimbingan Tuhan untuk tahun yang akan datang.

Dalam homilinya, Uskup Agung Costelloe berbicara tentang makna Tahun Ular, dengan merefleksikan simbolisme budaya dan spiritualnya. Ia mengakui bahwa ular memiliki makna positif maupun negatif.

Ia mengatakan bahwa ular melambangkan berbagai hal: ada yang mencerminkan harapan, impian, dan kualitas baik; tetapi juga ada yang mencerminkan sikap dan perilaku yang perlu disadari dan diserahkan kepada Tuhan agar dimurnikan. Ia menekankan pentingnya keberanian dan kejujuran untuk mengenali kekuatan dan kelemahan diri, lalu membawanya kepada Tuhan agar yang baik diteguhkan dan yang rusak disembuhkan.

Mengacu pada bacaan Injil tentang Sabda Bahagia, ia mengajak umat untuk memeriksa hati mereka. Ia mengajukan berbagai pertanyaan reflektif, seperti apakah seseorang benar-benar rendah hati, peduli terhadap sesama, mampu mengampuni, dan hidup dalam keadilan. Menurutnya, Tahun Baru Imlek adalah kesempatan untuk membangun dalam hidup nilai-nilai yang diajarkan Yesus.


Berkat Simbolis dan Persatuan Komunitas

Setelah berkat penutup, berlangsung tradisi khusus: Uskup Agung bersama para imam membagikan amplop merah kepada umat, sebagai simbol berkat dan kemakmuran. Tindakan ini disambut dengan sukacita, memperkuat semangat kemurahan hati dan kebersamaan yang menjadi ciri khas Tết.

Para umat menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Uskup Agung dan berkat pribadi yang mereka terima, banyak di antaranya juga meminta doa dan kata-kata penguatan darinya. 

Seorang umat, Eric Nguyen, mengatakan bahwa sangat bermakna memiliki Uskup Agung merayakan Tết bersama mereka, terlebih karena perayaan ini menjadi awal Tahun Yubileum Pengharapan, sebagai ziarah iman dan kepercayaan kepada Kristus. 

Perayaan tidak berhenti pada Misa saja. Dalam semangat kebersamaan, dilanjutkan dengan makan malam reuni Tết yang dihadiri oleh para imam, biarawati, serta keluarga dari komunitas tersebut. 

Hidangan tradisional Vietnam disajikan dan cerita-cerita dibagikan, ketika keluarga-keluarga berkumpul menyambut tahun baru dengan sukacita dan rasa syukur. Acara makan malam ini menegaskan pentingnya warisan budaya sekaligus persatuan dan dukungan dalam iman. 

Perayaan Tết Komunitas Katolik Vietnam di Perth menjadi gambaran kuat tentang iman dan tradisi yang hidup. Saat pulang, keluarga-keluarga membawa rasa syukur atas tahun yang telah berlalu serta harapan untuk tahun yang akan datang. 


Sumber:https://therecord.com.au/news/local/vietnamese-catholic-community-of-perth-celebrate-tet-with-special-thanksgiving-mass/

Komentar0

Type above and press Enter to search.