Inspirasi teologis utama
Legio Mariae berasal dari karya klasik Santo Louis-Marie Grignion de Montfort
berjudul "Bakti Sejati kepada Maria" (True Devotion to Mary).
Buku ini mengajarkan konsep penyerahan diri total kepada Yesus melalui tangan
Maria, yang oleh Duff dipandang sebagai kunci untuk membangkitkan semangat
kerasulan di kalangan umat awam. Struktur organisasi yang meniru legiun
Romawi—terdiri dari unit terkecil yang disebut Presidium hingga tingkat
nasional yang disebut Senatus—dirancang untuk menciptakan efisiensi
dalam pelayanan pastoral dan sosial. Model kepemimpinan dan disiplin ini kelak
menjadi faktor penentu mengapa Legio Mariae mampu bertahan dalam kondisi yang
paling menekan di Vietnam.
|
Tingkatan
Struktur |
Fungsi Utama |
Cakupan
Wilayah |
|
Dasar (Presidium) |
Unit
operasional mingguan; doa dan penugasan langsung. |
Paroki/Lokal |
|
Distrik
(Kuria) |
Mengawasi
beberapa presidia; bimbingan dan koordinasi. |
Keuskupan/Distrik |
|
Menengah
(Komisium) |
Mengawasi
satu atau lebih kuria; pelaporan ke tingkat regio. |
Wilayah Luas |
|
Provinsi
(Regia) |
Mengontrol
dewan komisium dan kuria dalam wilayah tertentu. |
Provinsi
Gerejawi |
|
Nasional
(Senatus) |
Dewan
tertinggi tingkat negara; perwakilan ke Dublin. |
Negara |
|
Internasional
(Konsilium) |
Markas besar
di Dublin; bimbingan global. |
Seluruh Dunia |
Legio Mariae pertama kali
masuk ke Vietnam pada tahun 1948, sebuah momen yang secara historis bertepatan
dengan masa transisi kritis di Indochina pasca-Perang Dunia II. Tokoh sentral
dalam sejarah ini adalah Mgr. Joseph Marie Trinh Van Can, yang kelak menjabat
sebagai Kardinal kedua di Vietnam. Ia mendirikan presidium pertama di Paroki
Ham Long, Hanoi, wilayah Vietnam Utara. Kehadiran organisasi ini di Vietnam
Utara pada awalnya merupakan respon terhadap kebutuhan mendesak akan
keterlibatan awam dalam menghadapi ancaman ideologi sekuler yang mulai mengakar
kuat di wilayah tersebut.
![]() |
| Mgr. Joseph Marie Trinh Van Can |
Penerimaan Legio Mariae di
Vietnam sangat dipengaruhi oleh tradisi devosi Maria yang sudah lama ada,
terutama berkaitan dengan peristiwa Our Lady of La Vang (Bunda Maria La Vang)
pada tahun 1798. Sejarah mencatat bahwa selama masa persekusi Kaisar Canh
Thinh, umat Katolik Vietnam yang bersembunyi di hutan La Vang mendapatkan
penghiburan melalui penampakan Bunda Maria. Oleh karena itu, ketika Legio
Mariae hadir dengan spiritualitas yang berpusat pada Maria, umat Katolik
Vietnam melihatnya sebagai kelanjutan alami dari identitas keagamaan mereka
yang telah teruji oleh penderitaan.
Pada periode awal
(1948-1954), Legio Mariae di Vietnam fokus pada kegiatan evangelisasi,
pengajaran katekumen, dan pelayanan kepada kelompok marginal seperti anak-anak
jalanan dan penderita penyakit menular. Kemampuan para Legioner (anggota Legio)
untuk bergerak di tingkat akar rumput tanpa bergantung sepenuhnya pada struktur
klerikal menjadikan mereka agen perubahan yang efektif dalam masyarakat Vietnam
yang sangat hierarkis namun terfragmentasi oleh perang dekolonisasi.
Ekspansi ke Selatan (1954-1975)
Kemenangan gerakan komunis
Viet Minh melawan Prancis pada tahun 1954 dan penandatanganan Perjanjian Jenewa
mengakibatkan pembagian Vietnam menjadi dua zona: Utara yang komunis dan
Selatan yang nasionalis. Peristiwa ini memicu eksodus massal sekitar satu juta
orang dari Utara ke Selatan, di mana sebagian besar dari mereka adalah umat
Katolik. Bersama arus pengungsi internal ini, struktur Legio Mariae ikut
berpindah dan justru mengalami ekspansi yang luar biasa di Vietnam Selatan,
khususnya di sekitar Saigon (sekarang Ho Chi Minh City).
![]() |
| Anggota Legio Maria Pengungsi Vietnam Galang di Galang Site I |
Keberhasilan Legio Mariae di
Vietnam Selatan pada masa ini dapat diatribusikan pada kemampuannya menyatukan
iman pribadi dengan tanggung jawab sosial. Organisasi ini membentuk divisi
"Junior" untuk menjangkau kaum muda, menanamkan nilai-nilai Kristiani
dan patriotisme dalam bingkai devosi Maria. Namun, stabilitas ini berakhir
tragis ketika Saigon jatuh ke tangan pasukan Komunis Utara pada April 1975,
yang menandai awal dari masa kegelapan bagi kebebasan beragama di Vietnam.
Rezim Pasca-1975: Bertahan dalam Senyap
Setelah penyatuan Vietnam
pada tahun 1975, Gereja Katolik menghadapi tekanan hebat dari pemerintah
komunis yang baru. Banyak organisasi awam dibubarkan atau dipaksa beroperasi di
bawah kontrol ketat negara. Legio Mariae, karena strukturnya yang hierarkis dan
hubungannya dengan Dublin (Barat), menjadi sasaran kecurigaan. Banyak pemimpin
Legio dan klerus pendamping dikirim ke kamp "re-edukasi", yang
sebenarnya merupakan kamp kerja paksa dengan kondisi yang sangat tidak
manusiawi.
Dalam situasi ini, Legio
Mariae bertransformasi menjadi struktur "gereja bawah tanah". Karena
sistem Legio Mariae tidak memerlukan gedung mewah dan hanya membutuhkan
kehadiran beberapa orang untuk membentuk presidium, mereka tetap dapat berkumpul
secara rahasia di rumah-rumah warga. Pertemuan dilakukan dengan kedok makan
bersama atau silaturahmi keluarga untuk menghindari pengawasan aparat keamanan.
Laporan-laporan lisan yang bertahan dari masa itu menceritakan bagaimana
anggota Legio Mariae tetap setia melakukan doa rosario harian dan memberikan
dukungan moral kepada sesama umat yang depresi akibat tekanan politik dan
ekonomi.
Tekanan ini juga memicu
munculnya gelombang pengungsi besar-besaran yang dikenal sebagai "manusia
perahu" Vietnam. Mereka melarikan diri melintasi Laut Cina Selatan dengan
perahu-perahu kecil, menghadapi ancaman badai, serangan bajak laut, dan kelaparan.
Di tengah ketidakpastian maut di samudra, iman kepada Bunda Maria, yang sering
kali diwakili oleh patung kecil atau gambar yang disembunyikan dalam
pakaian, menjadi satu-satunya pegangan hidup bagi para pengungsi ini.
![]() |
| Pastor Gildo Dominici SJ bersama Legioner Vietnam di Galang |
Pulau Galang, Suaka Spiritual
Pulau Galang, bagian dari
Kepulauan Riau di Indonesia, menjadi salah satu situs sejarah paling penting
bagi diaspora Vietnam. Antara tahun 1979 dan 1996, atas inisiatif kemanusiaan
Pemerintah Indonesia bersama UNHCR, pulau ini diubah menjadi kamp pengungsian
yang menampung hingga 250.000 jiwa. Kamp ini bukan sekadar tempat transit
fisik, melainkan ruang di mana identitas sosial dan keagamaan pengungsi Vietnam
dikonsolidasikan kembali setelah kehancuran di tanah air mereka.
Kehidupan religius di Galang
sangat dinamis. Pemerintah Indonesia dan badan internasional memberikan
kebebasan bagi pengungsi untuk membangun tempat ibadah. Terdapat Pagoda Quan Am
Tu bagi penganut Buddha, masjid bagi Muslim, dan Gereja Katolik Immaculate
Conception (Santa Maria Tak Bernoda) yang menjadi pusat spiritual bagi
ribuan umat Katolik Vietnam di sana. Di sinilah jejak Legio Mariae Vietnam
menemukan babak barunya di tanah Indonesia.
Bagi para pengungsi yang menjadi anggota Legio Mariae di Vietnam, disiplin dan spiritualitas organisasi yang mereka bawa menjadi modal utama untuk bertahan dalam kerasnya kehidupan kamp. Sejarah mencatat bahwa kegiatan Legio Mariae berdenyut kuat di Pulau Galang melalui beberapa mekanisme:
Pendampingan oleh Jesuit dan Relawan Internasional: Organisasi seperti Jesuit Refugee Service (JRS), yang didirikan oleh Romo Pedro Arrupe pada tahun 1980 sebagai respon atas krisis pengungsi Vietnam, memberikan dukungan pastoral langsung di Galang. Romo-romo Jesuit bekerja sama dengan para Legioner Vietnam untuk mengorganisir katekese, pelayanan sakramen, dan kunjungan kepada para pengungsi yang sakit di RS PMI Galang.
Pelayanan Terhadap Korban Trauma: Banyak pengungsi wanita di Galang mengalami depresi berat akibat kekerasan seksual yang dilakukan oleh bajak laut atau tekanan mental selama di kamp. Legio Mariae mengunjungi orang yang menderita dan marginal, melakukan pendampingan psikologis dan spiritual bagi korban-korban ini. Humanity Statue yang didirikan di Galang untuk mengenang Tinh Nhan (korban pemerkosaan yang bunuh diri) menjadi tempat di mana para Legioner sering berkumpul untuk mendoakan jiwa-jiwa yang menderita.
Memelihara Tradisi Devosi: Setiap tahun, pada hari-hari besar Maria, para pengungsi mengadakan perayaan besar di Gereja Immaculate Conception. Mereka melakukan prosesi patung Bunda Maria, mengintegrasikan warisan budaya Vietnam ke dalam lanskap religius Indonesia. Kegiatan ini membantu mengurangi rasa keterasingan dan memberikan harapan akan masa depan di negara ketiga.
![]() |
| Prosesi Veksilum dan Vandel Legio Maria oleh Pengungsi Vietnam di Galang |
Dari Galang ke Penjuru Dunia
Setelah kamp Galang ditutup
secara resmi pada 2 September 1996, sebagian besar pengungsi telah
diberangkatkan ke negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.
Namun, pengalaman spiritual di Galang tidak pernah hilang. Para anggota Legio
Mariae yang pernah tinggal di Galang membawa tradisi doa dan ketangguhan mereka
ke paroki-paroki di luar negeri. Di Amerika Serikat, komunitas Katolik Vietnam
dikenal sebagai salah satu kelompok paling aktif dalam Legio Mariae, sering
kali mempertahankan "identitas pengungsi" mereka sebagai pengingat
akan kasih Tuhan yang menyelamatkan mereka dari maut.
Di Vietnam sendiri, Legio Mariae saat ini telah bangkit kembali dengan kekuatan yang menakjubkan. Dengan lebih dari 100.000 anggota aktif yang tersebar di 26 keuskupan.*
Daftar Pustaka:
1.
Sejarah
Legio - SENATUS SINAR BUNDA KARMEL MALANG, diakses Maret 16, 2026, https://legiomariamalang.org/sejarah-legio/
2.
Legion
of Mary - Wikipedia, diakses Maret 16, 2026, https://en.wikipedia.org/wiki/Legion_of_Mary
3.
Sejarah
Umum - Legio Maria Senatus Bejana Rohani, diakses Maret 16, 2026, https://www.legiomariasenatusbejanarohani.or.id/sejarah-umum
4.
Legio
Maria – Gereja Katolik Paroki Kerahiman Ilahi Tiban Batam, diakses Maret 16,
2026, https://kerahimanilahi.org/kelompok-kategorial-ormas/legio-maria/
5.
History
of the Legion of Mary - Oakland Comitium, diakses Maret 16, 2026, https://www.oaklandcomitium.com/history-of-the-legion
6.
History
- Legion of Mary Praesidium (Mary, Queen of the Angels), diakses Maret 16,
2026, https://mqangelspraesidium.wordpress.com/about-us/
7.
Marianism
during decolonization in Indochina – tuannyriver, diakses Maret 16, 2026, https://tuannyriver.com/2019/09/04/marianism-during-decolonization-in-indochina/
8.
History
of the Legion of Mary, diakses Maret 16, 2026, https://legionofmarysac.com/page/historia-de-la-legin-de-mara-0
9.
Legio
Mariae - Keuskupan Agung Semarang - KAS, diakses Maret 16, 2026, https://kas.or.id/legio-mariae/
10.
List
of books by author Concilium Legionis Mariae - ThriftBooks, diakses Maret 16,
2026, https://www.thriftbooks.com/a/concilium-legionis-mariae/1307061/
11.
MONGOLIA
Economy and corruption challenge face Mongolia's new ..., diakses Maret 16,
2026, https://www.asianews.it/news-en/Vietnam,-Legion-of-Mary,-62-years-of-serving-the-needy--19261.html
12.
Legion
of Mary prays for justice, peace in Vietnam - AsiaNews, diakses Maret 16, 2026,
https://www.asianews.it/news-en/Legion-of-Mary-prays-for-justice,-peace-in-Vietnam-13637.html
13.
Our
Lady of La Vang: Discovering Vietnam's Sacred Marian Devotion - The God Minute,
diakses Maret 16, 2026, https://www.thegodminute.org/post/our-lady-of-la-vang-discovering-vietnam-s-sacred-marian-devotion
14.
Holy
Mothers in the Vietnamese Diaspora: Refugees, Community, and Nation - MDPI,
diakses Maret 16, 2026, https://www.mdpi.com/2077-1444/9/8/233
15.
1975
spring offensive - Wikipedia, diakses Maret 16, 2026, https://en.wikipedia.org/wiki/1975_spring_offensive
16.
The
wrong side won | The American Legion, diakses Maret 16, 2026, https://www.legion.org/information-center/news/magazine/2013/november/the-wrong-side-won
17.
The
Fall of Saigon: 'It can only be understood by those of us who were there',
diakses Maret 16, 2026, https://www.legion.org/information-center/news/honor/2025/april/the-fall-of-saigon-it-can-only-be-understood-by-those-of-us-who-were-there
18.
Post-1975
Tragedy: The Grim Reality of Life in Vietnam's Re-education Camps, diakses
Maret 16, 2026, https://thevietnamese.org/2024/05/post-1975-tragedy-the-grim-reality-of-life-in-vietnams-re-education-camps/
19.
Pulau
Galang - Refugee Camps - Vietnamese Heritage Museum, diakses Maret 16, 2026, https://vietnamesemuseum.org/our-roots/refugee-camps/indonesia/pulau-galang/
20.
Catholics
in Independent Indonesia: 1945-2010 [1 ed.] 9789004285422, 9789004285132 -
DOKUMEN.PUB, diakses Maret 16, 2026, https://dokumen.pub/catholics-in-independent-indonesia-1945-2010-1nbsped-9789004285422-9789004285132.html
21.
Ho
Chi Minh's Blueprint for Revolution - Revolutionary Study Guide, diakses Maret
16, 2026, https://dialecticalartist.files.wordpress.com/2021/03/ho-chi-minhs-blueprint-for-revolution-in-the-words-of-vietnamese-strategists-and-operatives-by-virginia-morris-z-lib.org_.pdf
22.
Vietnamese
Boat People Arrive at Indonesia's Anambas Islands - Encyclopedia.com, diakses
Maret 16, 2026, https://www.encyclopedia.com/humanities/applied-and-social-sciences-magazines/vietnamese-boat-people-arrive-indonesias-anambas-islands
23.
God
continues to guide refugee years after He saved her family from dangers at sea,
diakses Maret 16, 2026, https://catholicvoiceomaha.com/witness/god-continues-to-guide-refugee-years-after-he-saved-her-family-from-dangers-at-sea/
24.
A
Vietnamese Woman Flees Her Country's Totalitarian Communist ..., diakses Maret
16, 2026, https://canada.jrs.net/en/story/a-vietnamese-woman-flees-her-countrys-totalitarian-communist-regime/
25.
MENELUSURI
JEJAK PENGUNGSI VIETNAM DI PULAU GALANG TENTANG SEJARAH, KONFLIK, DAN KENANGAN
KELAM, diakses Maret 16, 2026, https://jurnal.btp.ac.id/index.php/menata-btp/article/download/355/280/1796
26.
Sejarah
Pulau Galang: Dipakai Kamp Pengungsi Vietnam, Sekarang Diusulkan Jadi
Penampungan Rohingya - Kompas.tv, diakses Maret 16, 2026, https://www.kompas.tv/lifestyle/467746/sejarah-pulau-galang-dipakai-kamp-pengungsi-vietnam-sekarang-diusulkan-jadi-penampungan-rohingya?page=all
27.
Eksplorasi
Situs Kamp Pengungsi Vietnam di Batam - Telusuri.id, diakses Maret 16, 2026, https://telusuri.id/eksplorasi-situs-kamp-pengungsi-vietnam-di-batam/
28.
Sisa
Kisah Para Pengungsi Vietnam di Pulau Galang, Batam - tflpaper, diakses Maret
16, 2026, https://tflpaper.id/sisa-kisah-para-pengungsi-vietnam-di-pulau-galang-batam/
29.
360°
view of Immaculate Conception Mary Church, Galang Island Refugee Camp, Batam,
diakses Maret 16, 2026, https://www.alamy.com/360-degree-panoramic-view-of-immaculate-conception-mary-church-galang-island-refugee-camp-batam-image219462592.html
30.
Jesuit
Refugee Service (JRS) - Accompany, Serve, Advocate, diakses Maret 16, 2026, https://jrs.net/
31.
Our
History: The Legacy of Fr Pedro Arrupe SJ - JRS, diakses Maret 16, 2026, https://jrs.net/en/about-us/history/
32.
ASIA/INDONESIA
- The "Legion of Mary", compassionate face of the Church - Agenzia
Fides, diakses Maret 16, 2026, https://www.fides.org/en/news/70797-ASIA_INDONESIA_The_Legion_of_Mary_compassionate_face_of_the_Church
33.
Galang
Refugee Camp 1975 - 1996 Riau Archipelago, Indonesia, diakses Maret 16, 2026, https://refugeecamps.net/GalangStory.html
34.
Batam
Memulai Langkah Bersejarah: Camp Vietnam di Pulau Galang Dicanangkan sebagai
Kawasan Cagar Budaya dan Destinasi Wisata Unggulan, diakses Maret 16, 2026, https://batam.go.id/batam-memulai-langkah-bersejarah-camp-vietnam-di-pulau-galang-dicanangkan-sebagai-kawasan-cagar-budaya-dan-destinasi-wisata-unggulan/
35.
Visits
to former refugee camp of Galang, boat people's graves in Indonesia, diakses
Maret 16, 2026, https://damau.org/en/29034/visits-to-former-refugee-camp-of-galang-boat-peoples-graves-in-indonesia




