Setiap kali bulan bunga kembali tiba, hatiku terasa tergetar dan sedikit sesak. Mataku pun terasa basah. Aku teringat akan tahun-tahun ketika kami hidup di Pulau Galang.
Setiap bulan Mei datang, kami semua dengan penuh sukacita dan semangat berkumpul untuk mempersembahkan bunga kepada Bunda Maria.
Kini, di pulau kecil Galang itu, Bunda berdiri seorang diri di atas perahu—perahu yang menjadi saksi perjalanan nasib umat Vietnam yang harus meninggalkan tanah airnya.
Di sekeliling Bunda, kini tidak lagi ada karangan bunga sederhana yang kami persembahkan. Tidak ada lagi tarian persembahan dari anak-anak Thiếu Nhi Thánh Thể. Tidak terdengar lagi suara merdu dari sahabat kami Diễm Phạm, dari chị Hoa, chị Oanh Đỗ, chị Sương dari paduan suara Hồng Ân, yang dipimpin oleh ca trưởng (pemimpin paduan suara) chú An.
Ah… kini di tempat itu, Bunda hanya ditemani sinar matahari, angin, hujan, badai, dan pepohonan hutan.
Namun di dalam hatiku, aku terus mengenang harapan dan kenangan masa lalu ketika aku masih tinggal di Galang. Setiap sore sepulang sekolah, begitu banyak isi hatiku yang kuceritakan kepada Bunda.
Aku selalu bersyukur kepada Bunda. Aku sangat, sangat mengasihi Bunda.
Dalam suasana bulan Maria pada bulan Mei 2023 ini, aku mempersembahkan doa-doaku dan segala pekerjaanku sebagai tanda kasih dan sebagai persembahan kepada Hati Tak Bernoda Bunda Maria dari Galang yang sangat kukasihi.
Bunda, mohonlah doakan ibu dan ayahku, keluarga kecilku, saudara-saudaraku, serta semua sahabatku. Semoga kami semua selalu berada dalam perhatian kasihmu, dilindungi dan diberkati olehmu.
Sampaikanlah doa-doaku kepada Tuhan.
Aku memohon kepada Tuhan agar berkenan mengabulkan doa-doaku.
Amin.
Sumber: https://www.facebook.com/share/p/1DG5kctst5/
Bahasa Vietnam:
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
