Galang, Hujan yang Jatuh
4 Maret 2026 (Manh Phuong)
Galang, hujan turun, hujan turun tanpa ingatan,
Butir-butir dingin memanjang seperti nasib manusia.
Aku berdiri di sana, di bawah langit tanpa pelabuhan,
Mendengar hidupku gugur di kejauhan.
Galang, angin meraung melewati daerah kenangan,
Wajah-wajah perlahan memudar dalam kabut malam.
Ada yang datang lalu diam-diam menghilang,
Meninggalkan hatiku kosong dalam panggilan nama.
Ada kasih yang belum sempat mekar,
Telah layu seperti api padam di ujung malam.
Ada janji yang masih menggantung,
Mati dalam diam seiring tahun-tahun yang berlalu.
Galang, mengapa sedih seperti tangisan,
Dari sebuah hidup yang terlupakan di dunia.
Apakah aku sungguh hidup, atau sekadar bertahan,
Berjalan melewati orang-orang tanpa mampu menyimpan siapa pun?
Ibu di sana menunggu dalam hujan dan angin,
Ayah di sana, punggungnya membungkuk oleh waktu.
Sedangkan aku terus mengembara di negeri asing,
Kehilangan diri dalam kehidupan yang mengembara.
Ketika rambut telah diselimuti warna embun garam,
Barulah aku kembali mencari jejak langkah dahulu.
Galang sunyi, hujan turun seperti penyesalan,
Membasahi bahu kurus seorang yang merasa berlebih.
Jika suatu hari hidup tak lagi mengingat,
Biarlah Galang menyimpan sedikit namaku.
Agar di tengah lautan lupa yang tak bertepi,
Masih ada satu jiwa yang pernah mencintai dengan sepenuh hati.
Original Version:
Sumber: https://www.facebook.com/share/p/1UgDpU8jQ4/
