Musim panas tiba tergesa di Galang, tanah yang baru,
Di bawah bulan yang pucat, adik… apakah kau masih ingat?
Hati yang jatuh cinta berdebar menanti mimpi bibir merah,
Air mata menggenang, mata sedih berkilau penuh rindu.
Terasa pedih kisah cinta yang terpisah dan terlewatkan,
Dermaga tanpa perahu terasa sunyi seakan memudar.
Sejenak jalan takdir membuat hati bergetar,
Memimpikan bahagia dengan janji setia bersama.
Jalan mimpi itu terasa begitu jauh, bukan?
Pelabuhan kasih pernah bersukacita bersamaku.
Di tengah surga mimpi yang begitu rapuh,
Kita tertegun saat cinta berlayar menjauh.
Namun aku tetap menyukai tempat penuh bunga dan buah,
Menikmati aliran laut di senja yang tenang.
Agar dua hati terikat dalam janji yang indah,
Lalu tertidur lembut dalam mimpi damai di atas tikar bambu.
--------------
Foto diambil tahun 1984, di depan Barak 99 Galang 1.
Dalam foto ini setengah pergi ke Australia, setengah pergi ke Amerika.
Walau hidup di tanah baru, tetap ada kisah cinta yang tragis,
dan juga cinta yang penuh mimpi—indah, tulus, dan mengharukan.
Semoga semua saudara di halaman Galang Refugee Camp selalu damai dan bahagia.
Sumber: https://www.facebook.com/share/p/1CRCPMQmkP/
