GpApGUAiBSYoTUr8GpAiTUdoTY==

Puisi Pengungsi Vietnam di Pulau Galang, Malam turun perlahan di Galang yang sunyi

Kantor PBB di Galang

 Malam turun perlahan di Galang yang sunyi

Angin laut berbisik kisah lama yang jauh
Pasir tetap putih… namun hati manusia tersengat matahari
Matahari masa lalu… membakar diam-diam yang belum usai.

Satu langkah terasa sepi bagai seribu tahun tersesat
Jejak waktu terukir asin di telapak kaki telanjang
Gubuk-gubuk kini tinggal bayang dan angin
Namun jiwa siapa… masih berkelana di sekitar halaman.

Aku berdiri di sana… di tengah malam yang hening
Mendengar hati retak di tengah samudra
Begitu banyak panggilan yang tak pernah sampai
Hanya bergema… seperti ombak yang fana.

Galang… tempat awal dari air mata
Juga tempat terkuburnya seluruh hidup
Mimpi-mimpi yang belum sempat menjadi nyanyian
Telah tenggelam… bersama arus yang terombang-ambing.

Ada mereka yang pergi… tak pernah kembali
Namanya masih ada… namun sosoknya telah jauh
Sebatang dupa dinyalakan di angin dingin
Asapnya naik… akankah sampai ke langit?

Aku menunduk… memungut serpihan hidup yang hancur
Dirangkai kembali… tetap kurang satu pelukan
Kenangan… seperti luka yang belum tertutup
Terus diam-diam… berdarah sepanjang malam ini.

Apakah Galang yang terlelap… atau hatiku yang belum terjaga?
Mengapa kesedihan terus berulang tanpa reda
Aku berjalan di antara… dua tepi lupa dan ingat
Namun tak menemukan satu pun tempat damai.

Esok nanti… jika suatu hari kembali
Izinkan aku menangis di tempat ini
Menangisi semua… jiwa yang belum beristirahat
Dan untuk diriku… agar ringan satu kehidupan ini.

Galang… tetap di sana, sunyi bersama ombak
Hanya manusialah… yang selamanya terpisah
Sebuah pulau… yang menyimpan ribuan kenangan
Sekali tersentuh… sakitnya menembus hingga ke dalam…

Type above and press Enter to search.